Sembilan Kali Tertunda
Ariane 5 ECA 167 sebelum meluncur.
© 2005 ArianeSpace
Setelah tertunda sedikitnya sembilan kali sejak Januari 2005, satelit Telkom-2 sukses diluncurkan pada Kamis, 17 November 2005 pukul 6.46 WIB. Yang bertepatan dengan Rabu, 16 November, pukul 20.46 waktu Kourou, Guyana, Prancis, atau pukul 23.46 UTC. Tercatat bahwa tiga kali penundaan peluncuran diantaranya terjadi pada bulan yang sama (11/2005) disebabkan permasalahan teknis pada wahana peluncur yang digunakan, Ariane 5 ECA V-167 SN 522. Sedangkan sisanya adalah pada November 2004, Januari 2005, serta April, Juni, September, Oktober 2005 lalu dengan beragam alasan termasuk kerusakan pada satelit Telkom-2 sendiri.
Satelit Telkom-2 yang pembuatannya telah dilakukan oleh Orbital Sciencies Corporation-USA sejak tahun 2002 lalu ini kemudian akan mengorbit pada 118oBT, dengan ketinggian 36.000km. Telkom-2 yang ditegaskan oleh Wakil Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Garuda sebagai sebuah projek strategis bangsa dan negara Indonesia ini direncanakan berada pada orbitnya untuk kurun waktu 15 tahun sejak saat diluncurkan.
Peluncuran satelit Telkom-2 tersebut sebagai pengganti untuk satelit Palapa B4 yang diluncurkan pada 14 Mei 1992 dengan design live selama 8 tahun (juga merupakan umur teknis rata-rata untuk generasi satelit Palapa B), namun kemudian diperpanjang hingga September 2005. Perlu diketahui masa inclined untuk Palapa B4 adalah pada Maret 2005.Dalam mengantisipasi masa tenggang tersebut pihak Telkom telah melakukan contingency plan seperti melakukan perpanjangan usia satelit Palapa B4 melalui operasi incline, optimalisasi transponder, memindahkan pelanggan strategis ke satelit Telkom-1, serta menyewa 10 transponder milik China Star (RRC) dan Upstar Hong Kong.
Telkom-2 Satelit ke-9
Telkom-2 merupakan satelit ke-9 milik Indonesia. Dimana dalam program Palapa terdapat 7 satelit Palapa yang diluncurkan berturut-turut, yaitu: A1 (9 Juli 1976), A2 (11 Maret 1977), B1 (16 Juni 1983), B2 (26 Februari 1984 - satelit ini gagal mencapai orbit disebabkan gangguan teknis pada bagian pendorong, atau perigee kick motor), B2P (21 Maret 1987, sebagai pengganti satelit B2), B2R(14 April 1990 - merupakan satelit Palapa B2 yang diluncurkan ulang setelah sebelumnya ditarik kembali untuk diperbaiki), B4 (14 Mei 1992), kemudian disusul oleh satelit Telkom-1 pada 13 Agustus 1999, dan Telkom-2 hari ini.
Telkom-2 sendiri merupakan satelit komunikasi geosynchronous (Geo) yang dibuat berdasarkan platform STAR-2 dari Orbital dengan memiliki kapasitas 24 transponder standar dan beroperasi pada frekuensi C-band dengan spesifikasi transponder yang sama dengan satelit Telkom-1.
Satelit Telkom-2 dengan berat hampir 2 ton tersebut (1.930kg) diluncurkan dengan selamat bersamaan dengan satelit Spaceway Satelit (milik Direct TV) dengan bobot lebih dari 6 ton (6,116kg) yang didorong oleh roket Ariane 5 ECA dengan bobot sekira 780 ton. Ariane 5 ECA , wahana peluncur yang digunakan untuk mengorbitkan Telkom-2, memiliki daya angkut hingga 10.000 kg untuk 2 beban (satelit), atau 10.500 kg bila hanya membawa satu beban.
Spesifikasi Teknis Satelit Telkom-2
- Spacecraft
- Launch mass: 1,930 kg
- Redundancy: Full dual string
- Solar Arrays: 2 panel wings with improved triple-junction GaAs cells
- Stabilization: 3-axis stabilized, zero momentum
- Propulsion: Liquid bi-propellant transfer orbit system; monopropellant (hydrazine) on-orbit
- Lifetime: 15-years
- Payload
- Frequency: C-band
- Repeater: Two groups of 15-for-12 linearized traveling wave tube assemblies (TWTAs)
- Transponder Power: 39 watts RF at operating point
- Antenna: Two 2.0 m (6.6 ft.) dual-gridded shaped-beam reflectors
- Additional Info
- Coverage: southeast Asian region and the Indian subcontinent in addition to Indonesia.
- Geosynchronous orbit: 118 degrees East or 108 degrees East longitude.
No comments:
Post a Comment