Showing posts with label iptek. Show all posts
Showing posts with label iptek. Show all posts

Sunday, April 22, 2007

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah menjadi bendera baru bagi Norwegia. Industri ini terdiri dari berbagai perusahaan inovatif dan berteknologi tinggi di bidang telekomunikasi, perangkat keras dan lunak ICT, elektronik serta layanan konsultasi.

Norwegia merupakan salah satu pengguna ICT per-kapita terbesar di dunia, dengan infrastruktur yang mencakup sistem yang dikembangkan dengan baik, jaringan kabel fiber optik serta transmisi dijital. Kapasitas jaringan komunikasi Norwegia mengalami perkembangan pesat, dan sektor telekomunikasi telah melahirkan perusahaan yang dapat bersaing dalam skala internasional, serta komunitas peneliti. Rangkaian produk yang tersedia termasuk sistem komunikasi satelit, sistem penempatan global, sistem telepon selular, sistem pengelolaan jaringan, sistem transmisi dan teknologi fiber optik.

Para perancang perangkat keras yang inovatif dari Norwegia telah mengembangkan beragam produk khusus, seperti sistem konferensi melalui video, proyektor multi media, transmiter radio dijital, solusi penyimpanan data, terminal kartu kredit dan penyedia tenaga listrik.

Revolusi perangkat lunak Norwegia dipicu oleh perkembangan industri tradisional – yaitu bahan bakar, jasa pengiriman dan perikanan. Kebutuhan dari sektor tersebut serta kemampuan untuk menciptakan serta membiayai solusi dengan teknologi tinggi dengan menekan biaya telah mendorong pengembangan perangkat lunak yang inovatif dan terintegrasi. Industri ICT telah menghasilkan perusahaan penyedia perangkat lunak dan solusi moduler ke hampir seluruh sektor komersil dan publik, termasuk sistem untuk data, customer relations, dan kegiatan administratif serta pengelolaan keuangan. Perusahaan Norwegia juga telah menjadi pelopor di bidang telemedicine dan belajar jarak jauh.

Internet banyak digunakan di Norwegia, dan terus mengalami pertumbuhan secara cepat. Perusahaan Norwegia merupakan yang terdepan dalam bidang teknologi Internet, termasuk pengembangan situs perusahaan multi fungsi dan Intranet, Web browsers yang sangat cepat, permainan on-line dan solusi e-commerce.

Computer for maritime use



Microsoft Tawarkan Software Khusus Untuk UKM

Microsoft Tawarkan Software Khusus Untuk UKM
Selasa, 02 November 2004 | 22:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta--- Ini berita gembira untuk para saudagar kecil dan menengah. Pihak Microsoft akan membantu mereka dalam bentuk paket hemat bidang tehnologi software. Ini tentunya akan memudahkan para usahawan itu dalam mengembangkan bisnis mereka. “Karena usaha kecil bergerak dengan modal yang kecil sehingga ingin mendapat return on investment dengan cepat” tambah Megawati Khie, Direktur Small and Midmarket Solution and Partners Microsoft.

Pihak Microsoft akan mengembangkan tehnologi software versi khusus untuk usaha kecil dengan paket-paket yang disesuaikan. Harganya akan lebih murah tetapi aplikasinya tetap sama, walau lebih sederhana dengan versi yang lain.

Selama ini sudah banyak perusahaan menengah yang mengunakan paket ini. Salah satunya adalah Perusahaan Permodalan Nasional madani. Wiwin Soedjito, Direktur Operasi perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya memaki versi paket hemat ini karena Microsoft sudah biasa digunakan. Dukungan tehnisnya juga banyak. Aplikasi ini mudah digunakan, mencakup semua bidang dalam perusahaan. Ini akan menghemat waktu dan biaya. Dengan begitu, kata Wiwin , “ Total cost of ownership dapat ditekan”

Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum

Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum
Sabtu, 04 Desember 2004 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peradaban masa depan adalah masyarakat informasi tatkala jasa informasi menjadi komoditas utama dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (information and communication Technology /ICT). KTT Masyarakat Informasi yang diselenggarakan pada bulan Desember 2003 telah mencanangkan rencana penggunaan ICT sampai 50 % untuk setiap negara pada tahun 2015.

Di Indonesia sendiri untuk mencapai penggunaan ICT tersebut, "Memerlukan waktu dan tahapan yang lebih pragmatis sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ahmad M Ramli, dalam acara wisuda dan dies natalis Universitas Mercubuana di Jakarta, Sabtu (4/12).

Target produksi industri ICT di Indonesia tahun 2004 sebesar US$ 660 juta, dan produktifitas tiap tenaga ICT sebesar US$ 25 ribu per tahun., maka tahun ini dibutuhkan 26.400 tenaga ICT. Sementara itu tahun 2004 tercatat pengguna internet di Indonesia hanya sekitar 2-2,5 juta orang. Tetapi tingkat kejahatannya paling tinggi. "Dilihat dari prosentase transaksi yang terjadi yang hampir 80 % nya palsu," ujar Ramli.

Untuk menyingkapi hal tersebut, ada dua solusi, yaitu dengan membuat landasan hukum mengenai telematika. ?RUU Informasi elektronik baru diajukan 2 September lalu pada DPR dan belum ada kelanjutannya,? katanya. Solusi kedua, meningkatkan kesadaran masyarakat secara sosial dan budaya. ?Karena masyarakat kita tidak merasa bahwa perbuatan mencuri di internet adalah kejahatam?.

Mengenai kesiapan masyarakat menggunakan ICT, Ramli menambahkan, Indonesia sudah siap minimal pada lapis perguruan tinggi dan pemerintahan. Saat ini terdapat sekitar 200 perguruan tinggi di Indonesia yang memilii program studi terkait dengan teknologi informasi untuk jenjang pendidikan sarjana, magister dan doktoral, dan sekitar 300 perguruan tinggi untuk jenjang pendidikan diploma 3 dan 4, dengan keseluruhan menghasilkan 25 ribu lulusan tiap tahunnya.

Tetapi jumlah ini masih jauh dari kebutuhan industri yang dapat mencapai 500 ribu orang per tahunnya. Berdasarkan estimasi perencanaan keberadaan ini baru akan dicapai pada tahun 2020 pada saat jumlah lulusan sebanyak 6 juta orang per tahun. ?Tetapi walau pun sarana dan pra sarana sudah siap namun belum ada dasar hukumnya kejahatan tidak dapat ditindaklanjuti,? Ramli.

Wednesday, April 4, 2007

Sejarah Sistem Operasi Microsof Windows

Sementara para pengusaha warnet rame-rame ngeributin sistem operasi Microsoft Windows dan beberapa aplikasi komersial yang mereka gunakan, saya kok malah nemu artikel tentang sejarah sistem operasi Microsoft Windows.

Seperti diajak bernostalgia saja rasanya, ada beberapa hasil tangkapan layar dari Microsoft Windows 3.1 dan 3.11 yang sempat digunakan dulu waktu masih tinggal di Dumai. Bajakan? gak lah ya! Ms. Windows yang terinstall saat itu masuk pre-installed operating system dari PC baru jaman itu).

Ms. Windows 1.01 boot

Tapi break dulu, meski artikelnya berjudul Windows History (1985-1994), kita juga diberikan tautan ke sebuah situs milik Nick Linebeck yang mengumpulkan banyak screenshot dari Graphical User Interface (GUI) berbagai macam sistem operasi, termasuk Microsoft Windows dari versi klasik pre-version 1.0 demo (1983), versi 1.x, versi 2.x, versi 3.x, versi 4.x (Windows 9x & ME). Keluarga sistem operasi ini yang berbasis Microsoft Windows NT seperti Windows XP, Windows 2003 server pun bisa ditemukan tangkapan layarnya.

Sayangnya, kita masih harus bersabar sedikit untuk mendapatkan ulasan lengkap tentang sejarah sistem operasi ini karena artikel dari Thomas Hormby tersebut dibuat menjadi beberapa bagian. Berikut adalah satu paragraf kutipan dari artikel pertamanya:

The Interface Manager was first previewed to the public in 1983, and was renamed Microsoft Windows. Unlike the most popular multi-tasking environment of the time, Stacker, it was possible to manipulate windows on the display, moving them, resizing them and hiding them. Additionally, it was possible to run DOS applications along with Windows applications. Many elements were still very rudimentary, relying on ASCII graphic rather than bitmapped graphics. The interface was still very different from what we know today. Menu bars were placed on the bottom of the display (like early LISA prototypes), and were sticky, a user had to keep the mouse depressed to keep the menu open.

Satelit Telkom-2 telah diluncurkan

Sembilan Kali Tertunda

ariane 5 eca
Ariane 5 ECA 167 sebelum meluncur.
© 2005 ArianeSpace

Setelah tertunda sedikitnya sembilan kali sejak Januari 2005, satelit Telkom-2 sukses diluncurkan pada Kamis, 17 November 2005 pukul 6.46 WIB. Yang bertepatan dengan Rabu, 16 November, pukul 20.46 waktu Kourou, Guyana, Prancis, atau pukul 23.46 UTC. Tercatat bahwa tiga kali penundaan peluncuran diantaranya terjadi pada bulan yang sama (11/2005) disebabkan permasalahan teknis pada wahana peluncur yang digunakan, Ariane 5 ECA V-167 SN 522. Sedangkan sisanya adalah pada November 2004, Januari 2005, serta April, Juni, September, Oktober 2005 lalu dengan beragam alasan termasuk kerusakan pada satelit Telkom-2 sendiri.

Satelit Telkom-2 yang pembuatannya telah dilakukan oleh Orbital Sciencies Corporation-USA sejak tahun 2002 lalu ini kemudian akan mengorbit pada 118oBT, dengan ketinggian 36.000km. Telkom-2 yang ditegaskan oleh Wakil Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Garuda sebagai sebuah projek strategis bangsa dan negara Indonesia ini direncanakan berada pada orbitnya untuk kurun waktu 15 tahun sejak saat diluncurkan.

Peluncuran satelit Telkom-2 tersebut sebagai pengganti untuk satelit Palapa B4 yang diluncurkan pada 14 Mei 1992 dengan design live selama 8 tahun (juga merupakan umur teknis rata-rata untuk generasi satelit Palapa B), namun kemudian diperpanjang hingga September 2005. Perlu diketahui masa inclined untuk Palapa B4 adalah pada Maret 2005.Dalam mengantisipasi masa tenggang tersebut pihak Telkom telah melakukan contingency plan seperti melakukan perpanjangan usia satelit Palapa B4 melalui operasi incline, optimalisasi transponder, memindahkan pelanggan strategis ke satelit Telkom-1, serta menyewa 10 transponder milik China Star (RRC) dan Upstar Hong Kong.

Telkom-2 Satelit ke-9

Telkom-2 merupakan satelit ke-9 milik Indonesia. Dimana dalam program Palapa terdapat 7 satelit Palapa yang diluncurkan berturut-turut, yaitu: A1 (9 Juli 1976), A2 (11 Maret 1977), B1 (16 Juni 1983), B2 (26 Februari 1984 - satelit ini gagal mencapai orbit disebabkan gangguan teknis pada bagian pendorong, atau perigee kick motor), B2P (21 Maret 1987, sebagai pengganti satelit B2), B2R(14 April 1990 - merupakan satelit Palapa B2 yang diluncurkan ulang setelah sebelumnya ditarik kembali untuk diperbaiki), B4 (14 Mei 1992), kemudian disusul oleh satelit Telkom-1 pada 13 Agustus 1999, dan Telkom-2 hari ini.

ariane 5 eca meluncur
Ariane 5 ECA 167 saat diluncurkan.
© 2005 ArianeSpace

Telkom-2 sendiri merupakan satelit komunikasi geosynchronous (Geo) yang dibuat berdasarkan platform STAR-2 dari Orbital dengan memiliki kapasitas 24 transponder standar dan beroperasi pada frekuensi C-band dengan spesifikasi transponder yang sama dengan satelit Telkom-1.

Satelit Telkom-2 dengan berat hampir 2 ton tersebut (1.930kg) diluncurkan dengan selamat bersamaan dengan satelit Spaceway Satelit (milik Direct TV) dengan bobot lebih dari 6 ton (6,116kg) yang didorong oleh roket Ariane 5 ECA dengan bobot sekira 780 ton. Ariane 5 ECA , wahana peluncur yang digunakan untuk mengorbitkan Telkom-2, memiliki daya angkut hingga 10.000 kg untuk 2 beban (satelit), atau 10.500 kg bila hanya membawa satu beban.

Spesifikasi Teknis Satelit Telkom-2

Spacecraft
Launch mass: 1,930 kg
Redundancy: Full dual string
Solar Arrays: 2 panel wings with improved triple-junction GaAs cells
Stabilization: 3-axis stabilized, zero momentum
Propulsion: Liquid bi-propellant transfer orbit system; monopropellant (hydrazine) on-orbit
Lifetime: 15-years
Payload
Frequency: C-band
Repeater: Two groups of 15-for-12 linearized traveling wave tube assemblies (TWTAs)
Transponder Power: 39 watts RF at operating point
Antenna: Two 2.0 m (6.6 ft.) dual-gridded shaped-beam reflectors
Additional Info
Coverage: southeast Asian region and the Indian subcontinent in addition to Indonesia.
Geosynchronous orbit: 118 degrees East or 108 degrees East longitude.