Cute Pictures
Sunday, April 22, 2007
Microsoft Tawarkan Software Khusus Untuk UKM
Microsoft Tawarkan Software Khusus Untuk UKM
Selasa, 02 November 2004 | 22:52 WIB
Pihak Microsoft akan mengembangkan tehnologi software versi khusus untuk usaha kecil dengan paket-paket yang disesuaikan. Harganya akan lebih murah tetapi aplikasinya tetap sama, walau lebih sederhana dengan versi yang lain.
Selama ini sudah banyak perusahaan menengah yang mengunakan paket ini. Salah satunya adalah Perusahaan Permodalan Nasional madani. Wiwin Soedjito, Direktur Operasi perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya memaki versi paket hemat ini karena Microsoft sudah biasa digunakan. Dukungan tehnisnya juga banyak. Aplikasi ini mudah digunakan, mencakup semua bidang dalam perusahaan. Ini akan menghemat waktu dan biaya. Dengan begitu, kata Wiwin , “ Total cost of ownership dapat ditekan”
Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum
Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum
Sabtu, 04 Desember 2004 | 17:58 WIB
Di Indonesia sendiri untuk mencapai penggunaan ICT tersebut, "Memerlukan waktu dan tahapan yang lebih pragmatis sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ahmad M Ramli, dalam acara wisuda dan dies natalis Universitas Mercubuana di Jakarta, Sabtu (4/12).
Target produksi industri ICT di Indonesia tahun 2004 sebesar US$ 660 juta, dan produktifitas tiap tenaga ICT sebesar US$ 25 ribu per tahun., maka tahun ini dibutuhkan 26.400 tenaga ICT. Sementara itu tahun 2004 tercatat pengguna internet di Indonesia hanya sekitar 2-2,5 juta orang. Tetapi tingkat kejahatannya paling tinggi. "Dilihat dari prosentase transaksi yang terjadi yang hampir 80 % nya palsu," ujar Ramli.
Untuk menyingkapi hal tersebut, ada dua solusi, yaitu dengan membuat landasan hukum mengenai telematika. ?RUU Informasi elektronik baru diajukan 2 September lalu pada DPR dan belum ada kelanjutannya,? katanya. Solusi kedua, meningkatkan kesadaran masyarakat secara sosial dan budaya. ?Karena masyarakat kita tidak merasa bahwa perbuatan mencuri di internet adalah kejahatam?.
Mengenai kesiapan masyarakat menggunakan ICT, Ramli menambahkan, Indonesia sudah siap minimal pada lapis perguruan tinggi dan pemerintahan. Saat ini terdapat sekitar 200 perguruan tinggi di Indonesia yang memilii program studi terkait dengan teknologi informasi untuk jenjang pendidikan sarjana, magister dan doktoral, dan sekitar 300 perguruan tinggi untuk jenjang pendidikan diploma 3 dan 4, dengan keseluruhan menghasilkan 25 ribu lulusan tiap tahunnya.
Tetapi jumlah ini masih jauh dari kebutuhan industri yang dapat mencapai 500 ribu orang per tahunnya. Berdasarkan estimasi perencanaan keberadaan ini baru akan dicapai pada tahun 2020 pada saat jumlah lulusan sebanyak 6 juta orang per tahun. ?Tetapi walau pun sarana dan pra sarana sudah siap namun belum ada dasar hukumnya kejahatan tidak dapat ditindaklanjuti,? Ramli.
Wednesday, April 4, 2007
Sejarah Sistem Operasi Microsof Windows
Sementara para pengusaha warnet rame-rame ngeributin sistem operasi Microsoft Windows dan beberapa aplikasi komersial yang mereka gunakan, saya kok malah nemu artikel tentang sejarah sistem operasi Microsoft Windows.
Seperti diajak bernostalgia saja rasanya, ada beberapa hasil tangkapan layar dari Microsoft Windows 3.1 dan 3.11 yang sempat digunakan dulu waktu masih tinggal di Dumai. Bajakan? gak lah ya! Ms. Windows yang terinstall saat itu masuk pre-installed operating system dari PC baru jaman itu).
Tapi break dulu, meski artikelnya berjudul Windows History (1985-1994), kita juga diberikan tautan ke sebuah situs milik Nick Linebeck yang mengumpulkan banyak screenshot dari Graphical User Interface (GUI) berbagai macam sistem operasi, termasuk Microsoft Windows dari versi klasik pre-version 1.0 demo (1983), versi 1.x, versi 2.x, versi 3.x, versi 4.x (Windows 9x & ME). Keluarga sistem operasi ini yang berbasis Microsoft Windows NT seperti Windows XP, Windows 2003 server pun bisa ditemukan tangkapan layarnya.
Sayangnya, kita masih harus bersabar sedikit untuk mendapatkan ulasan lengkap tentang sejarah sistem operasi ini karena artikel dari Thomas Hormby tersebut dibuat menjadi beberapa bagian. Berikut adalah satu paragraf kutipan dari artikel pertamanya:
The Interface Manager was first previewed to the public in 1983, and was renamed Microsoft Windows. Unlike the most popular multi-tasking environment of the time, Stacker, it was possible to manipulate windows on the display, moving them, resizing them and hiding them. Additionally, it was possible to run DOS applications along with Windows applications. Many elements were still very rudimentary, relying on ASCII graphic rather than bitmapped graphics. The interface was still very different from what we know today. Menu bars were placed on the bottom of the display (like early LISA prototypes), and were sticky, a user had to keep the mouse depressed to keep the menu open.
Satelit Telkom-2 telah diluncurkan
Sembilan Kali Tertunda
Ariane 5 ECA 167 sebelum meluncur.
© 2005 ArianeSpace
Setelah tertunda sedikitnya sembilan kali sejak Januari 2005, satelit Telkom-2 sukses diluncurkan pada Kamis, 17 November 2005 pukul 6.46 WIB. Yang bertepatan dengan Rabu, 16 November, pukul 20.46 waktu Kourou, Guyana, Prancis, atau pukul 23.46 UTC. Tercatat bahwa tiga kali penundaan peluncuran diantaranya terjadi pada bulan yang sama (11/2005) disebabkan permasalahan teknis pada wahana peluncur yang digunakan, Ariane 5 ECA V-167 SN 522. Sedangkan sisanya adalah pada November 2004, Januari 2005, serta April, Juni, September, Oktober 2005 lalu dengan beragam alasan termasuk kerusakan pada satelit Telkom-2 sendiri.
Satelit Telkom-2 yang pembuatannya telah dilakukan oleh Orbital Sciencies Corporation-USA sejak tahun 2002 lalu ini kemudian akan mengorbit pada 118oBT, dengan ketinggian 36.000km. Telkom-2 yang ditegaskan oleh Wakil Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Garuda sebagai sebuah projek strategis bangsa dan negara Indonesia ini direncanakan berada pada orbitnya untuk kurun waktu 15 tahun sejak saat diluncurkan.
Peluncuran satelit Telkom-2 tersebut sebagai pengganti untuk satelit Palapa B4 yang diluncurkan pada 14 Mei 1992 dengan design live selama 8 tahun (juga merupakan umur teknis rata-rata untuk generasi satelit Palapa B), namun kemudian diperpanjang hingga September 2005. Perlu diketahui masa inclined untuk Palapa B4 adalah pada Maret 2005.Dalam mengantisipasi masa tenggang tersebut pihak Telkom telah melakukan contingency plan seperti melakukan perpanjangan usia satelit Palapa B4 melalui operasi incline, optimalisasi transponder, memindahkan pelanggan strategis ke satelit Telkom-1, serta menyewa 10 transponder milik China Star (RRC) dan Upstar Hong Kong.
Telkom-2 Satelit ke-9
Telkom-2 merupakan satelit ke-9 milik Indonesia. Dimana dalam program Palapa terdapat 7 satelit Palapa yang diluncurkan berturut-turut, yaitu: A1 (9 Juli 1976), A2 (11 Maret 1977), B1 (16 Juni 1983), B2 (26 Februari 1984 - satelit ini gagal mencapai orbit disebabkan gangguan teknis pada bagian pendorong, atau perigee kick motor), B2P (21 Maret 1987, sebagai pengganti satelit B2), B2R(14 April 1990 - merupakan satelit Palapa B2 yang diluncurkan ulang setelah sebelumnya ditarik kembali untuk diperbaiki), B4 (14 Mei 1992), kemudian disusul oleh satelit Telkom-1 pada 13 Agustus 1999, dan Telkom-2 hari ini.
Telkom-2 sendiri merupakan satelit komunikasi geosynchronous (Geo) yang dibuat berdasarkan platform STAR-2 dari Orbital dengan memiliki kapasitas 24 transponder standar dan beroperasi pada frekuensi C-band dengan spesifikasi transponder yang sama dengan satelit Telkom-1.
Satelit Telkom-2 dengan berat hampir 2 ton tersebut (1.930kg) diluncurkan dengan selamat bersamaan dengan satelit Spaceway Satelit (milik Direct TV) dengan bobot lebih dari 6 ton (6,116kg) yang didorong oleh roket Ariane 5 ECA dengan bobot sekira 780 ton. Ariane 5 ECA , wahana peluncur yang digunakan untuk mengorbitkan Telkom-2, memiliki daya angkut hingga 10.000 kg untuk 2 beban (satelit), atau 10.500 kg bila hanya membawa satu beban.
Spesifikasi Teknis Satelit Telkom-2
- Spacecraft
- Launch mass: 1,930 kg
- Redundancy: Full dual string
- Solar Arrays: 2 panel wings with improved triple-junction GaAs cells
- Stabilization: 3-axis stabilized, zero momentum
- Propulsion: Liquid bi-propellant transfer orbit system; monopropellant (hydrazine) on-orbit
- Lifetime: 15-years
- Payload
- Frequency: C-band
- Repeater: Two groups of 15-for-12 linearized traveling wave tube assemblies (TWTAs)
- Transponder Power: 39 watts RF at operating point
- Antenna: Two 2.0 m (6.6 ft.) dual-gridded shaped-beam reflectors
- Additional Info
- Coverage: southeast Asian region and the Indian subcontinent in addition to Indonesia.
- Geosynchronous orbit: 118 degrees East or 108 degrees East longitude.